Surat untuk Admin grup Mualaf di Facebook

Karena saya merasa ada sesuatu yang aneh di grup yang saya ikuti, saya berkeinginan untuk menulis surat elektronik kepada admin grup tersebut. Surat ini saya kirim tanggal 14 Juli 2012, dan sampai tulisan ini dibuat belum ada balasannya. Saya akan menunggu paling cepat satu pekan, jika tidak ada jawaban maka saya akan membuat kesimpulan sendiri tentang keanehan grup tersebut.

Berikut ini isi surat tersebut :

Assalamu ‘alaikum,

Pak Steven admin MI yang saya hormati. Pesan ini saya kirim berkaitan dengan apa yang ada di https://www.facebook.com/groups/mualafindo/permalink/10151004090084799/

Pertama, via message ini saya menanyakan hal ini kepada pak Steven :

Dalam peraturan disebutkan bahwa “1. Grup ini tidak mengikat diri kepada madzhab apalagi Firoqh apapun juga, agar tidak terjadi polemik berkepanjangan antar madzhab yang akan membingungkan mualaf yg baru.”

Tapi ada juga admin yang berkata, “Sebelum lebih jauh, maka perlu kita ingat bersama, grup MI, adalah grup Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sedapat mungkin mendasarkan pemahamannya kepada Al Quran dan Al Hadits, dengan mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih (golongan terdahulu yang salih yakni golongan para Sahabat, Tabi’iin, dan Tabi’ut Tabi’iin), dan yang menyerupainya, yang jelas dijamin Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam sebagai yang terbaik sampai kapanpun.”

Bukankah komentar admin tsb yang menyatakan MI bermadzhab Salaf bertentangan dengan peraturan nomor 1 yang tidak mengikat diri kepada madzhab?

Kenapa grup ini mengklaim tidak mengikat diri kepada madzhab apalagi Firoqh apapun juga, tapi di satu sisi mengikat diri dengan madzhab/manhaj Salaf?

Kedua, dalam diskusi di thread tersebut, pertanyaan dan tanggapan saya ditanggapi oleh beberapa member dan juga admin grup ini. Hanya saja, secara tiba-tiba seorang admin memutuskan untuk menutup thread tersebut, padahal waktu online saya terbatas dan belum sempat memberi jawaban / tanggapan balik. Oleh karena itu, saya setuju tidak apa-apa thread tersebut ditutup, tetapi izinkan saya memberi komentar panjang terakhir sebagai tanggapan terakhir dan ajakan jika ingin melanjutkan diskusi, karena tidak bisa di grup ini, maka saya beri alternatif diskusi di blog atau via message, bahkan diskusi antara ustadz pun boleh. Komentar panjang saya tersebut bisa pak Steven lihat di weblog saya ini, https://diskusiagamaislam.wordpress.com/2012/07/13/diskusi-tentang-hal-berkaitan-dengan-kembali-kepada-salafus-shalih/ lihat di bagian paling bawah.

Lalu ternyata hari ini, entah siapa, kapan, dan dengan alasan apa komentar panjang saya tersebut dihapus. Padahal dalam komentar terakhir saya tersebut, saya menyatakan bahwa saya siap melanjutkan diskusi di tempat lain, dan saya sebutkan beberapa alternatif caranya. Jika dihapus, apakah itu bukan berarti sejak awal mereka tidak ingin berdiskusi? Awal-awalnya saja mau diskusi, ketika sudah mulai masuk pembahasan, thread ditutup dan tidak ada alternatif selanjutnya.

Oleh karena itu, saya juga meminta izin kepada pak Steven untuk membolehkan komentar panjang tersebut ditulis di thread tersebut. Teknisnya entah pak Steven membuat post baru dahulu yang menyatakan bapak mengizinkan, lalu saya repost ulang, atau pak Steven yang langsung copas, atau cara lain. Tapi jika pak Steven tidak setuju, tidak apa-apa, tapi saya minta alasan kenapa tidak diperbolehkan.

Demikian dua hal yang ingin saya sampaikan, pada dasarnya saya ingin grup ini menjadi lebih baik, pertanyaan saja jujur ingin bertanya, adapun komentar saya yang lain sebagai tanggapan balik dari komentar mereka yang menjawab tapi tidak menjawab pertanyaan saya. Tidak ada asap kalau tidak ada api.

Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf jika ada kesalahan,

Wassalamu ‘alaikum,

Yusuf KS.

==========
Berikut ini jawaban dari pak Stevan :

wa’alaikumsalam, untuk MI, kami sedari awal sudah mengatakan kami ahlu sunnah wal jama’ah, dan tidak mengikatkan diri pada madzhab tertentu, adapun jika di ikat dengan salafi, maka akan saya tegur, dan jika hanya mengikuti ulama terdahulu tanpa mengikatkan ke madhzab salaf akan saya biarkan

Alhamdulillah, masih ada admin yang adil walau cuma sendirianđŸ™‚

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: