Diskusi tentang hal berkaitan dengan “kembali kepada salafus shalih”

Diskusi ini berawal di suatu grup Muallaf di facebook. Karena grup tersebut fokus pada pembinaan muallaf, maka diskusi ini terpaksa dihentikan. Dan jika ingin dilanjutkan sebaiknya di tempat yang lain. Blog ini adalah media alternatif untuk melanjutkan diskusi tersebut.

Bagi siapa saja yang ingin berdiskusi tentang hal berkaitan dengan “kembali kepada salafus shalih”, silakan memberikan komentar di kolom komentar yang disediakan.

Insya Allah setiap komentar akan diapprove dan tidak akan dihapus. Oleh karena itu, pikirkan dengan baik sebelum menulis dan pergunakanlah kata-kata yang santun.

====

  • Yusuf KsBaik, saya mau tanya : Dalam peraturan disebutkan bahwa “1. Grup ini tidak mengikat diri kepada madzhab apalagi Firoqh apapun juga, agar tidak terjadi polemik berkepanjangan antar madzhab yang akan membingungkan mualaf yg baru.”
  • Tapi ada juga admin yang berkata, “Sebelum lebih jauh, maka perlu kita ingat bersama, grup MI, adalah grup Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sedapat mungkin mendasarkan pemahamannya kepada Al Quran dan Al Hadits, dengan mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih (golongan terdahulu yang salih yakni golongan para Sahabat, Tabi’iin, dan Tabi’ut Tabi’iin), dan yang menyerupainya, yang jelas dijamin Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam sebagai yang terbaik sampai kapanpun.”
  • Bukankah komentar admin tsb yang menyatakan MI bermadzhab Salaf bertentangan dengan peraturan nomor 1 yang tidak mengikat diri kepada madzhab?

  • Nasrull Winka Rooney Fergussonsetau ane ahlus sunnah wal jama’ah itu bukan mahzab, karena 4 mahzab adalah ahlus sunnah wal jama’ah…itu lebih berat kepada pemahaman…memang benar sih slogan “kembali kpd salafus sholeh”, tp mohon diketahui salafus sholeh kan yg terdahulu, maka kita harus menerima tuntunan ulama-2 yg bersanad sampai kpd Baginda Nabi saw…afwan jika ikut nimbrung…

  • Yusuf KsKalau sudah sepakat bahwa 4 madzhab adalah ahlus sunnah, kita bisa membahas ke mashadir tasyri mereka. Apakah di antara 4 madzhab tersebut ada yang menjadikan “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih”, atau sejenisnya sebagai salah satu mashadir tasyri? Kalau ada silakan bawa buktinya, terutama dari kitab ushul fiqh. Saya tunggu dari semua pengusung dan pendukung slogan tersebut.

  • Fakhrur Roziesaya mau buat status baru kira kira boleh ngga?….ini tentang suksesi kepemimpinan yang terjadi beberapa hari lalu memang saya nga punya hak karena itu forum admin mualaf namun jikalau saya mengadakan (bukan mempertanyakan, klarifikasi, mengadakan perlawanan/verzet..bukan)namun memahami isi putusan yang dibuat…..saya mencari keadilan yang ber-keadilan……tidak di semua status saya selalu ada dan tidak semua tempat di MI ini saya berkomentar…..saya hanya mau keadilan yang berkeadilan…

  • Fakhrur Roziedan rasanya itu adalah hak saya sebagai member grup ini…

  • Fakhrur Rozie bagaimana pak Mualaf Indonesiaboleh?

  • Nasrull Winka Rooney Fergusson Yusuf Ks Kalau sudah sepakat bahwa 4 madzhab adalah ahlus sunnah, kita bisa membahas ke mashadir tasyri mereka. Apakah di antara 4 madzhab tersebut ada yang menjadikan “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih”, atau sejenisnya sebagai salah satu mashadir tasyri? Kalau ada silakan bawa buktinya, terutama dari kitab ushul fiqh. Saya tunggu dari semua pengusung dan pendukung slogan tersebut.
    2 minutes ago · Like ====>>> kalo bgini sayapun mau tau penjelasan admin yg membuat slogan spt itu, spy tidak membingungkan sodara-2 sekalian…

  • Yusuf KsOke berarti kita sama-sama menunggu penjelasan dari admin yang membuat slogan seperti itu. Semoga dapat dijawab dengan baik dengan bukti yang memuaskan.

  • Nasrull Winka Rooney Fergusson benar sekali bang Yusuf Ks, penjelasan admin nanti akan saya minta pendapat lagi kpd ustadz yg saya kenal, apa benar penjelasan spt itu, spy ga salah memahami….

  • Nasrull Winka Rooney Fergussonane memang lebih stuju tidak dulu mengkhususkan dg slogan tsb, mahzab-2, lbih baik menurut saya dari hal-2 yg basic, step by step dst…spy sodara-2 sekalian mudah memahami….insya Allah..

  • Fakhrur Roziekarena di beberapa diktum diktumnya….itu pelajaran yang kurang baik juga buat kita semua…Silakan Buktikan! Kalau Memang anda lebih baik…

  • Iesye Martini Sastrawiragena Mohon maaf saya admin yang paling akhir diangkat ( hari ini ) jadi sebaiknya nanti Akhi Mualaf Indonesia atau Ustadz Abu Taqi Machicky Mayestino II. kalau sudah tidak sibuk lebih tepat menjawabnya ini sementara dari Abu Taqi baru saja, hampir sama dengan jawaban saudara kita Nasrull Winka Rooney Fergusson yaitu : Ahlus Sunnah wal Jamaah mengakui 4 Madzhab. Dan Mahzab hanyalah perkara Fiqh yang baru setelah masa Tabi’ut dan Tabi’iin. Para Imam madzhab, satu dengan lainnya malah sahabat dan rekan belajar. Untuk Saudaraku Fakhur Fakhrur Rozieyang selalu bersemangat, tunggu ya akhi yang baik , jawaban dari para admin. Insha Allah jelas jawabannya…

  • Nasrull Winka Rooney FergussonGuru Oke , Hayat Alkafi , Kaheel Baba Naheel , Yai Thobary Syadzily II….kalau ada waktu main-2 kesini

  • Abu Taqi Machicky Mayestino II Saya baru dapat masuk.🙂 Dan insya Allah saya jelaskan. Dan sebagian, kiranya sudah dijelaskan oleh ibu Iesye Martini Sastrawiragena …🙂 … Jadi, para ‘Ulama dari kalangan manapun, dari madzhab manapun, juga bahkan ‘hanya’ organisasi manapun di tataran nasional, baik NU, Muhammadiyah, DDII, Al Irsyad, Persis, As Sofwah, Al Islam, Al Azhar, dll bahkan yang internasional resmi atau tidak, misalnya Ikhwanul Muslimiin, Jama’ah Tabligh, Al Azhar Kairo, Yayasan Makkah al Mukaromah, dan lain-lain, BAHKAN Robithoh ‘Alam al Islami (Organisasi-Konferensi Muslim seluruh dunia) milik kita semua kini, biasanya menyatakan kerinduannya kepada, keinginannya untuk mencontoh, melakukan, dan sebagainya, dari sedapat mungkin yang telah dialami, dilakukan, didakwahkan, dan sebagainya; dari kalangan yang biasa disebut sebagai kalangan Salafus Salih (GOLONGAN TERDAHULU YANG SALIH) … Golongan inilah, dan yang menyerupainyalah (meneladaninya), adalah golongan yang digolongkan Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam, dijamin beliau, sebagai YANG TERBAIK KEISLAMANNYA SAMPAI KAPANPUN. Yakni golongan para Sahabat, Tabi’iin, dan Tabi’ut Tabi’iin (dan tentu saja termasuk para Ahlul Bait Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam di masa-masa itu) … dan yang menyerupainya …🙂 … Demikian kira-kira, pak Yusuf Ksyang semoga ditambahi rahmat dan berkah Allah.🙂

  • Nasrull Winka Rooney Fergussonbisa lanjutkan metode nya Pak Ustadz?

  • Fakhrur Rozie Wa`alaikumusallam warahmatullah pak Abu Taqi Machicky Mayestino II….
    Baiklah bunda iesye saya tunggu…..

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIIni, lebih-kurang, kebetulan, saya pasang sebagai status FB saya, beberapa hari lalu. Juga saya muat di grup ini. Dan kepada Mualaf yang menghubungi saya pribadi. Namun mungkin insya Allah ada manfaatnya, semoga, jika saya muat di sini …🙂 :

  • Iesye Martini Sastrawiragena Hehehe tuh Ada Ustadz Abu Taqi Machicky Mayestino II…silakan ditanyakan..saya baru saja jadi admin barusan..gak punyan kapasitas menjawab yang anda tanyakan Sdr Fakhrur Rozie..

  • Guru Oke Pada dasarnya dalam diri setiap muslim yang berusaha mengamalkan ajaran agamanya ada unsur ke-SALAF-an sesuai dengan kadar keilmuan dan kemampuannya. So, bagi kita yang sudah MUSLIM sejak orok maupun yang MUA’LLAF tidaklah perlu terlalu dipusingkan dengan PORSI ke-SALAF-an kita. Yang terpenting sekarang bukan sesuai MANHAJ SALAF atau tidak tetapi “WA’BUD ROBBAKA HATTAA YA’TIYAKAL YAQIIN”. Bukan begitu Kang Nasrull Winka Rooney Fergusson?🙂

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIIni yang telah saya paparkan itu:

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIAssalaamu’alaikum. Para saudara yang semoga ditambahi berkah Allah, … SAYA MENGHIMBAU:Apakah saat Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam mengatakan bahwa ada 1 golongan yang selamat dari 73 firqoh, ada menyebut bahwa yang selamat adalah NU, Muhammadiyah, DDII, Al Irsyad, Persis, As Sofwah, Al Islam, Al Azhar, FPI, FUI, PPP, PKB, PKS, Salafi, Salafiyah, Wahabi, Tashawwuf-Shufi (Sufi), Hizbut Tahrir, HAMAS, Ikhwanul Muslimiin, Syi’ah, Maliki, Hanafi, Syafi’i, Hanbali, dan sebagainya?Tidak.“Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari Ahlul Kitab telah berpecah-belah menjadi 72 golongan. Sesungguhnya (ummat) agama ini (Islam) akan berpecah-belah menjadi 73 golongan, 72 golongan tempatnya di dalam Neraka dan hanya satu golongan di dalam Surga, yaitu Al-Jama’ah.” ((HR Abu Dawud no 4597, al Hakim (I/128). Ad-Darimi (II/241), al-Ajurri dalam Asy-Syarii’ah, Al-Lalikai dalam As-Sunnah (I/113 no 150) Dalam riwayat lain disebutkan: … Semua golongan tersebut tempatnya di Neraka kecuali satu (yaitu) yang aku dan para Sahabatku berjalan di atasnya.” (HR At Tirmidzi no 2641, Al Hakim I/129 dari Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr).“Telah kutinggalkan untuk kalian dua perkara yang (selama kalian berpegang teguh dengan keduanya) kalian tidak akan tersesat, yaitu Kitabullah dan Sunnah-ku.” Diriwayatkan oleh Hakim (I/172), dan Daruquthni (hadits no. 149). Diriwayatkan oleh Hakim (I/172), dan Daruquthni (hadits no. 149). Sabda Nabi dalam hadits Al-‘Irbadh bin Sariyah: “Berpegangteguhlah kalian dengan Sunnah-ku dan sunnah para Khulafa Rasyidin yang mendapat petunjuk (setelahku).”

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIMAKA, INSYA ALLAH:Yang selamat, adalah yang (terbanyak) menjalankan sunnah. Contoh. Hikmah. Dari 124.000 Nabi dalam Islam, khususnya contoh, as sunnah, dari Rosululloh (Utusan Tuhan) Muhammad bin Abdullah, shollollohu ‘alaihi wasallam.Demikian pula, DALAM BERDA’WAH, MENYAMPAIKAN SESUATU di MANAPUN, JUGA DI GRUP INI, sudilah, ingatlah:Benar bahwa:Al Quran Surat Al Anfaal ayat 25 (8:25): Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu dan ketahuilah bahwa Allah Amat keras siksaan-Nya.”Sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla tidak menyiksa (orang) awam karena perbuatan (dosa) orang-orang yang khusus sehingga (kecuali) mereka melihat mungkar di hadapan mereka dan mereka mampu mencegahnya, tetapi mereka tidak mencegahnya (menentangnya). Kalau mereka berbuat demikian maka Allah menyiksa yang khusus dan yang awam (seluruhnya)” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani)”Hendaklah kamu beramar ma’ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar (melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian (ada) orang-orang yang baik-baik di antara kamu berdo’a dan tidak dikabulkanlah (do’a mereka).” (HR. Abu Zar)”Pada hari Kiamat seorang dihadapkan dan dilempar ke neraka. Orang-orang bertanya, “Hai Fulan, mengapa kamu masuk neraka sedang kamu dahulu adalah orang yang menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah perbuatan mungkar?” Orang tersebut menjawab, “Ya benar, dahulu aku menyuruh berbuat ma’ruf, sedang aku sendiri tidak melakukannya. Aku mencegah orang lain berbuat mungkar sedang aku sendiri melakukannya.” (HR. Muslim)”Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma’ruf (baik) dan cegahlah dari yang mungkar (buruk) sebelum kamu berdo’a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma’ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma’ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka.” (HR. Ath-Thabrani)”Masih tetap ada dari segolongan umatku yang menegakkan perintah Allah. Tidak menghambat dan tidak mengecewakan mereka orang-orang yang menentangnya sampai tiba keputusan Allah. Mereka masih tetap konsisten (mantap / teguh) baik dalam sikap maupun pendiriannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIDAN BENAR pula BAHWA:”Tidaklah seharusnya orang menyuruh yang ma’ruf (yang baik) dan mencegah yang mungkar (yang buruk) kecuali memiliki tiga sifat, yakni:lemah-lembut dalam menyuruh dan dalam melarang (mencegah)mengerti apa yang harus dilarangdan adil terhadap apa yang harus dilarang.”(HR. Ad-Dailami)BAHKAN:Nabi meniadakan pemberian pelajaran untuk beberapa hari karena khawatir kejenuhan kami. (HR. Ahmad)”Permudahlah (segala urusan), jangan dipersulit dan ajaklah dengan baik, jangan menyebabkan orang menjauh.” (HR. Bukhari)Penjelasan: Ini termasuk kebijaksanaan dalam berdakwah dan beramar ma’ruf nahi mungkar.Wallohua’lam. Walhamdulillah. Wastaghfirulloh.

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIKa’ab bin ‘Iyadh Ra bertanya, “Yaa Rasulullah, apabila seorang mencintai kaumnya, apakah itu tergolong fanatisme?” Nabi Saw menjawab, “Tidak, fanatisme (Ashabiyah) ialah bila seorang mendukung (membantu) kaumnya atas suatu kezaliman.” (HR. Ahmad)Bersenda-guraulah dan bermain-mainlah. Sesungguhnya aku tidak suka kalau terjadi kekerasan dalam agamamu. (HR. Al-Baihaqi)”Hiburlah hatimu pada saat-saat tertentu.” (maksudnya, adalah hiburan yang tidak melanggar norma agama dan akhlak). (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi)Seseorang adalah sejalan dan sealiran dengan kawan akrabnya, maka hendaklah kamu berhati-hati dalam memilih kawan pendamping. (HR. Ahmad)Jibril Alaihissalam yang aku cintai menyuruhku agar selalu bersikap lunak (toleran dan mengalah) terhadap orang lain. (HR. Ar-Rabii’)Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya). (HR. Muslim)

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIYANG TERBAIK DIJAMIN ROSULULLOH SHOLLOLOHU ‘ALAIHI WASALLAM DALAM BERISLAM ADALAH GOLONGAN SALAFUS SALIH (ORANG TERDAHULU YANG SALIH) DAN YANG MENYERUPAINYA, sebagaimana di Hadits ini:“Sebaik-baik umatku adalah pada abadku ini (kaum Sahabat), kemudian yang sesudahnya (kaum Tabi’in) dan yang sesudahnya (kaum Tabi’ut Tabi’in). Kemudian sesudah mereka muncul suatu kaum yang memberi kesaksian tetapi tidak bisa dipercaya kesaksiannya. Mereka berkhianat dan tidak dapat diamanati. Mereka bernazar (berjanji) tetapi tidak menepatinya dan mereka tampak gemuk-gemuk.” (HR. Tirmidzi)“Pada suatu hari Rosululloh – shollollohu ‘alaihi wasallam – bersabda kepada para sahabatnya: “Kamu kini jelas atas petunjuk dari Robbmu, menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan berjihad di jalan Allah. Kemudian muncul di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yaitu kemewahan hidup (lupa diri) dan kebodohan. Kamu beralih kesitu dan berjangkit di kalangan kamu cinta dunia. Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar ma’ruf, nahi mungkar dan berjihad di jalan Allah. Di kala itu yang menegakkan Al Qur’an dan sunnah, baik dengan sembunyi maupun terang-terangan tergolong orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam.” (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIWallohua’lam. Wastaghfirulloh. Walhamdulillah.🙂

  • Nasrull Winka Rooney FergussonGuru Okebenar sekali Pak Ustadz…

  • Nasrull Winka Rooney Fergussonmetode memahami salafus sholeh itu yg seperti apa…

  • Abu Taqi Machicky Mayestino II ‎… Ooohh … Itu, pak/bu Nasrull Winka Rooney Fergusson… Sedapat mungkin mendasarkan kepada Al Quran dan As Sunnah-Al Hadits serta ijma’ dari para ‘Ulama Salafus Salih … Demikian, kiran-kira, singkjatnya …🙂

  • Nasrull Winka Rooney Fergussonowww bgitu yah pa Ustadz…untuk amalan-2 sunnah yg banyak di masyarakat lakukan spt : tahlilan, yasinan, maulidan, Isra’ Mi’raj menurut pa Ustadz gimana?

  • Agung NugrohoYusuf Ks, manhaj itu artinya jalan/cara/metode. Salafush Sholeh adalah Nabi SAW, sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Barang siapa beragama sebagaimana cara/jalan berIslam yg telah ditempuh oleh mereka, maka akan mendapatkan keridhoan Alloh SWT, sebagimana mereka telah mendapatkannya. MANHAJ dan MAZHAB itu BEDA.

  • Nasrull Winka Rooney FergussonBagi orang awam bermazhab adalah semata untuk memudahkan mereka mengikuti ajaran agama, sebab mereka tidak perlu lagi mencari setiap permasalahan dari sumber aslinya yaitu al-Qur’an, hadist, Ijma’ dll., namun mereka cukup membaca ringkasan tata cara beribadah dari mazhab-mazhab tersebut. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya beragama bagi orang awam, bila harus mempelajari semua ajaran agamanya melalui al-Qur’an dan Hadist. Betapa beratnya beragama bila semua orang harus berijtihad.

  • Nasrull Winka Rooney Fergussonseperti kita minum air dari termos langsung, apakah mudah? tentu susah dan merepotkan, maka kita butuh gelas sbg sarana mempermudah minum, supaya takarannya pas

  • Agung Nugroho Banyak Manhaj2 yg lain saudaraku Yusuf Ks, misalnya “manhaj liberal”, “manhaj khawarij (mengkafirkan pelaku dosa besar)”, “manhaj rasionalis/mu’tazillah”, “manhaj Jabariyah”, “manhaj Qodariyah”, “manhaj tasawuf” dsb dsb, yg telah berbeda dengan Jalan yg Lurus yg telah ditempuh para Salafus Sholeh

  • Agung Nugroho

    Secara Ilmiah semua orang akan sepakat bahwa “Orang2 yg hadir menyaksikan dan menjadi bagian dari sesuatu peristiwa, maka MEREKA PASTI LEBIH PAHAM tentang peristiwa tersebut, daripada orang lain yg mengetahui peristiwa tersebut dari orang ke2, orang ke 3 dan orang ke sekian…. Demikian juga dengan salafush sholeh, mereka lebih paham ttg Islam ini daripada generasi yg belakangan… dan mereka di didik langsung oleh Muhammad SAW, sehingga setiap kesalahan langsung dikoreksi dan diluruskan.
  • Agung Nugrohoada juga manhaj “ingkar sunnah”. Semoga Alloh SWT menunjuki kita ke jalan yg lurus saudaraku.

  • Nasrull Winka Rooney Fergusson mas Agung Nugrohojadi mempelajari manhaj itu bagaimana caranya? apakah lewat mahzab atau sendiri ??

  • Agung Nugrohopada prinsipnya kita harus mengetahui bagaimana “cara berIslam Nabi SAW dan sahabat”, sehingga kita tau bagaimana tauhid mereka, bagaimana ibadah mereka, bagaimana pemahaman mereka, dsb. Nanti dengan sendirinya kita akan paham terhadap manhaj/cara2 beragama yg menympang. Misalnya Ingkar sunnah, atau liberal yg menafsirkan Qur’an hanya dengan Akal.

  • Nasrull Winka Rooney Fergussonowwww…kalo salafy atau org-2 bilang…wahabi gimana?

  • Agung Nugroho

    setahu saya, kata salafi itu disandarkan pada makna “mengikuti salafus sholeh” wallohualam. Mengenai wahabi, ini Istilah yg tidak baik digunakan sebagai julukan. Sebab Wahhab adalah salah satu dari nama2 Alloh yg mulia. Panjang kalo saya sampaikan disini. Tapi kita punya timbangan yg lurus dan adil yaitu Al Qur’an dan Hadist, juga pemahaman salafush sholeh. Setiap ajaran, bisa kita timbang apakah masih dalam koridor yg benar atau sudah menyimpang.
  • Agung NugrohoContohnya tentang kaum khawarij yg mengkafirkan orang yg melakukan dosa besar. Atau mengkafirkan penguasa yg masih mengerjakan sholat. Kita lihat, bagaimana pemahaman Nabi SAW dan sahabat dalam masalah ini. SAMA dgn mereka? atau BEDA. DanTIDAK ADA diantara Nabi SAW dan sahabatnya yg memahami bahwa “pelaku dosa besar itu kafir” wallohu’alam ini hanya sekedar contoh… =)

  • Yusuf Ks

    Terima kasih atas jawabannya saudara Abu Taqi Machicky Mayestino II dan Agung Nugroho, tapi mohon maaf jawaban yang segitu panjangnya belum menjawab pertanyaan singkat saya.Pada intinya saya hanya meminta bukti, benarkah “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih”, adalah salah satu mashadir tasyri yang disepakati oleh para ulama? Makanya saya meminta bukti suatu pernyataan dari ulama 4 madzhab tentang hal tersebut.Dan saya bukan meminta argumen tentang keteladanan ulama salaf.
  • Sebagai contoh saya ambil dari madzhab Syafi’i. Mashadir Tasyri madzhab Syafi’i adalah Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma, dan Qiyas. Silakan cek hal ini di kitab ushul fiqh ataupun menanyakan langsung kepada ulama/ustadz/kyai bermadzhab Syafi’i yang banyak di Nusantara. Dalam hal keteladanan, Imam Syafi’i, dan pengikut madzhab Syafi’i tentu mengakui dan ingin mencontoh keteladanan ulama yang lebih salaf dari mereka, terutama generasi Shahabat. Tapi keteladanan dan pengakuan tersebut tidak membuat menjadikan “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih” atau sejenisnya sebagai salah satu mashadir tasyri yang mereka pakai, tidak pula membuat slogan yang berbau salaf meskipun pada faktanya mereka mencintai salafus shalih dan meneladani mereka. Standar pemahaman mereka, standar hukum mereka dalam syariat ternyata menggunakan 4 saja, yaitu Al-Qur’an, As-Sunnah, Ijma, dan Qiyas. Lagipula jika “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih”, maka kita harus mengikuti siapa? harus kembali kepada siapa? Toh para shahabat sebagai generasi terbaik pun tidak jarang berbeda pendapat.
  • Dalam kasus Radd pada ilmu Faraidh, Zaid bin Tsabit Radiyallahu Anhu menganggap tidak ada Radd, Umar Radiyallahu Anhu menganggap Radd ada hanya untuk ash-habul furudh nasbi dan tidak boleh diserahkan kepada suami/istri, sedangkan Utsman Radiyallahu Anhu menganggap Radd ada untuk ash-habul furudh tanpa kecuali dan boleh diserahkan kepada suami/istri. Lantas jika “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih”, maka dalam contoh kasus ini kita harus ikut siapa, ikut Zaid, Umar, atau Utsman?
  • Nasrull Winka Rooney Fergusson owwww bgitu yah mas Agung Nugroho.pemamahan mas ttg wahabi/salafy, itu kan nisbat kpd pencetusnya kalo ga salah, kalo mengkaji hal tsb baiknya jgn disini, nanti membingungkan sodara-2 muallaf kita

  • Nasrull Winka Rooney Fergusson kalo ane pribadi bang Yusuf Ks, ane lebih baik bermahdzhab, karena sudah meliputi manhaj…

  • Yusuf Ks

    Nasrull Winka Rooney Fergusson: Yap, dan faktanya dari zaman dahulu budaya bermadzhab sudah dilakukan oleh banyak umat Islam sejak zaman dahulu (pasca wafatnya 4 imam besar), dan 4 madzhab itu semuanya tergolong ahlus sunnah, siapa yang berani bilang 4 madzhab bukan ahlus sunnah?
  • Saya pun berpendapat bagi yang mau bermadzhab kepada satu dari 4 madzhab fiqh terkenal, bagus dan silakan saja, yang penting tidak fanatik buta. Dan bagi yang tidak mau bermadzhab, atau mau talfiq madzhab, silakan juga walaupun sebenarnya secara ga langsung membentuk madzhab baru, yaitu madzhab tidak bermadzhab (bagi yg tidak bermadzhab), atau madzhab talfiq (bagi yang suka talfiq).
  • Agung Nugrohojawabannya sederhana saudaraku. “Para sahabat tidak bersepakat terhadap kebatilan”. Dalam hal ini kita mengikuti IJMA SAHABAT, bukan mengikuti orang per orang. Sebab Ijma sahabat = sunnah juga, ini yg Nabi SAW katakan “ala sunnati khulafaurasyidin almahdiyin”. Saya kira apa yg disepakati sahabat jauh lebih banyak dari apa yg mereka perselisihkan. Kecuali bagi orang2 yg senang mencari2 perbedaan2 pendapat diantara sahabat.

  • Agung NugrohoDan Para sahabat tidak ada yg berbeda dalam perkara AQIDAH. Apabila ada perbedaan diantara beberapa orang diantara mereka, maka kita mesti lihat bagaimana pendapat yg “mereka sepakati”. Mengenai Qiyas, antum silakan cari di kitab2 imam As-Syafi’i. Beliau tegas mengatakan Tidak ada Qiyas dalam masalah ibadah (maghdoh). Kalau ada Qiyas dalam ibadah, maka saya pun bisa mengarang ibadah baru dengan Qiyas ini

  • Yusuf KsYa kalau ijma shahabat, 4 madzhab pun sepakat menganggapnya sebagai mashadir tasyri. Ijma adalah mashadir tasyri ke-3, dan diakui oleh 4 madzhab. Beda donk antara ijma termasuk ijma shahabat (yang artinya kesepakatan), dengan “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih” (yang belum jelas harus mengikuti siapa jika ada perbedaan pendapat)😀.

  • Agung Nugroho saya kira forum ini hanya forum kecil, tidak mungkin semua bisa disampaikan secara detail disini. Silakan antum inbox/pm saya nomer HP antum, saya akan bantu hubungkan antum dengan ustadz yg ahli dalam masalah2 yg antum ingin ketahui dengan detail tersebut. Dan saya tidak menginginkan ada perdebatan dan sesuatu yg terlalu “berat” dan belum waktunya bagi mualaf disini. Mari kita sama2 menahan diri saudaraku Yusuf Ks

  • Nasrull Winka Rooney FergussonMungkin bang agung nugroho mau berkunjung ke group yg akan sy referensikan nanti berkaitan dg manhaj, mazhab, salaf dsb, karena sy pk hp susah utk copas link nya… Bagi saya pribadi istilah manhaj muncul setelah lahirnya golongan yg menamakan golongannya dg salafy….

  • Abu Taqi Machicky Mayestino II

    Pak Yusuf Ks… … Mengapa antum (anda yang saya hormati) mempersulit sesuatu?🙂 … Mengapa antum mempersoalkan Madzhab, sedangkan perbedaan Madzhab ini terjadi, karena perbedaan Fiqh para Imam besar dalam menyikapi berbagai hal, misalnya yang belum ada di jaman Rosulullah shollollohu ‘alaihi wasallam, dan bukan merupakan satu perbedaan yang mendasar atau Ushuliyah. Masing-masing pun memiliki kelebihan dan kekurangannya.Adanya perbedaan Madzhab hasil Fiqh ini, tidaklah patut menjadikan umat berpisah-pisah, bahkan berperang karenanya, karena bahkan Imam Syafi’i rahimahulloh berkata, ”Madzhabku benar dan mengandung kesalahan, Madzhab orang lain salah dan mengandung kebenaran.”
    Dan dahulu Imam Malik rahimahulloh pun berkata, “Tidak ada seorangpun kecuali mengoreksi dan dikoreksi kecuali penghuni makam ini (sambil menunjuk ke makam Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam).”Sungguh sangat indah pula kalimat pamungkas yang dibawakan oleh Al-Hafizh Adz-Dzahabi ketika memuat biografi Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya berjudul ”Tadzkiratul Huffazh” (IV/279) ia berkata, “Setiap orang adakalanya diambil dan dibuang ucapannya, lalu apa salahnya?”Yang menamakan Madzhab-madzhab itu sendiri adalah justru bukan para Imam tersebut, melainkan orang-orang di kemudian hari. Oleh karenanya, kesemuanya tetap sepatutnya dikembalikan ke prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sebagai penyeimbang.
  • Mari Belajar

    ‎4 madzab yg terkenal itu adalah dalam hal pemahaman fiqih dan keempat2nya adalah ahlussunnah waljama’ah mereka semua 4 madzab bermanhaj salaf/menyandarkan pendapat mereka kepada sahabat, tabi’in dan tabi’it tabiin , bila terjadi perbedaaan pendapat diantara mereka waajar saja karena mungkin ada hadist yg belum sampai kepada salah satunya atau sebab lainnya tugas kita mencari yg paling kuat pendapat mereka, yg jelas manhaj dan aqidah mereka satu yaitu manhaj dan aqidahnya salaf
  • Abu Taqi Machicky Mayestino II Di grup ini, juga ada beberapa ahli Fiqh yang memang khusus diundang ke grup ini. Antara lain dari http://www.facebook.com/pages/Rumah-Fiqih-Indonesia/283106801747214 binaan, yang saya hormati, Ustadz Ahmad Sarwat … Yang kami juga bekerjasama dengannya …🙂 Jika ada perkara yang menyangkut Fiqh, dapat lebih diperjelas. Insya Allah. Antara lain, perwakilan mereka adalah Ustadz Luthfi Abdu Robbihidan juga kawan-kawannya.

    Community

    Page: 448 like this
  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIMengenai apa saja batasan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sudah pula ada di bagian dokumen grup ini. Silahkan melihat-lihat, jika berkenan.🙂

  • Mari Belajar

    Dalam kasus Radd pada ilmu Faraidh, Zaid bin Tsabit Radiyallahu Anhu menganggap tidak ada Radd, Umar Radiyallahu Anhu menganggap Radd ada hanya untuk ash-habul furudh nasbi dan tidak boleh diserahkan kepada suami/istri, sedangkan Utsman Radiyallahu Anhu menganggap Radd ada untuk ash-habul furudh tanpa kecuali dan boleh diserahkan kepada suami/istri. Lantas jika “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih”, maka dalam contoh kasus ini kita harus ikut siapa, ikut Zaid, Umar, atau Utsman? >> yusuf KS jawabnya ikut yg paling kuat hujjahnya menurut anda ..
  • Mari BelajarBeda donk antara ijma termasuk ijma shahabat (yang artinya kesepakatan), dengan “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih” (yang belum jelas harus mengikuti siapa jika ada perbedaan pendapat)😀. >>> yusuf KS jawabnya ikut yg paling kuat hujjahnya menurut anda ..

  • Mari Belajaritu semua namanya kembali kepada salafushalih .. anda mengambil pendapat salah satu madzabpun ( kalau memang benar dan bisa dipertanggungjawabkan hujjahnya ) maka andapun telah kembali kepada manhaj salaf, asal bukan hanya pengakuan saja, soalnya banyak diindonesia ini yg mengaku madzab syafi’inamun amalannya jauh berbedaa dengan imam syafi’i

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIDan yang terbaik karenanya adalah kepada masa yang dilakukan para Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in. Tentu saja para Sahabat, tak dikenal memiliki Madzhab, melainkan Islam seperti apa yang diajarkan langsung oleh Rosulullah shollollohu ‘alaihi wasallam. Inilah yang terbaik.🙂

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIDan karenanya pula, INGATLAH, saat Rosululloh shollollohu ‘alaihi wasallam, SUDAH memperbolehkan ijtihad yang diserahkan kepada para Sahabat, yang beliau utus ke berbagai tempat. Ada banyak contoh tentang ini.🙂

  • Abu Taqi Machicky Mayestino II

    Lalu, saudaraku pak Yusuf Ks dan pak/bu Nasrull Winka Rooney Fergusson… Perlu kami ingatkan, bahwa ini adalah jalan yang telah ditetapkan para pendiri dan pengurus grup ini. Sejak bertahun-tahun lalu. Termasuk, salah-satunya, saya. Teruta…See More
  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIJibril ‘alaihissalam yang aku cintai menyuruhku agar selalu bersikap lunak (toleran dan mengalah) terhadap orang lain. (HR. Ar-Rabii’)Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak mengecewakannya (membiarkannya menderita) dan tidak merusaknya (kehormatan dan nama baiknya). (HR. Muslim)

  • Nasrull Winka Rooney FergussonJadi menurut pa ustadz-2 di atas, tak perlu bermahzab, cukup dg ber manhaj dg tanpa ber mahzab?

  • Nasrull Winka Rooney Fergusson

    Mari Belajar itu semua namanya kembali kepada salafushalih .. anda mengambil pendapat salah satu madzabpun ( kalau memang benar dan bisa dipertanggungjawabkan hujjahnya ) maka andapun telah kembali kepada manhaj salaf, asal bukan hanya pen…See More
  • Agung Nugroho Akhi Yusuf Ks, seandainya anda berpendapat bahwa Salafus Sholeh (yg Alloh telah ridho pada mereka saja) anda anggap tidak terjamin dan tidak pantas untuk diikuti dan ditiru cara beragamanya, Lalu siapa lagi di atas muka bumi ini yg lebih pantas kita ikuti cara berIslamnya? Kaum yg mana lagi yg mesti kita contoh? Kaum mana lagi yg lebih baik dari mereka?

  • Agung Nugroho

    Ukhti Nasrull Winka Rooney Fergusson, Banyak orang yg mengklaim mengikuti IMAM ASY-SYAFI’I, tapi ternyata yg diikuti hanya dalam masalah qunut subuh saja. Dalam masalah yg lain, mereka BEDA dan melanggar apa2 yg dilarang oleh Imam Syafi’i Rohomahulloh. Boleh ukhti baca kitab Al -Umm, karya beliau. Anda akan terkaget2. Sebab beda sekali ajaran beliau dgn apa yg diterapkan orang2 di Indonesia ini. KAlau bener2 mengikuti Imam Syafi’i, maka, anda akan sangat dekat sekali dengan Sunnah, dan dengan pemahaman salafush sholeh. Barokallohu fikum.
  • Nasrull Winka Rooney Fergussonspt bang yusuf KS tidak berpendapat demikian….kalo saya lihat dari komennya

  • Nasrull Winka Rooney Fergussonmas Agung, silahkan dipaparkan apa saja yg beda dg Imam Syafi’i…

  • Agung Nugroho‎=), maksud saya, kalo mengikuti salafush sholeh saja dianggap menjadi bingung, bagaimana mengikuti yg lain?

  • Agung Nugrohosaya nggak mau bicarakan disini, nanti malah jadi ribut. YG jelas Imam syafi’i tidak pernah mengerjakan, mencontohkan, dan membolehkan segala macam bid’ah yg marak di kerjakan mayoritas muslim di Indonesia ini. PM/INBOX aja nomer HP Ukhti, saya siap sambungkan/infokan nomer HP ustadz2 yg kompeten. Sebab saya bukan ustadz yg layak membahas masalah ini. Barokallohu fikum.

  • Nasrull Winka Rooney Fergussonnah luh…kan ustadz mari belajar dan ente yg menimbulkan statemen itu….. kenapa harus sambungkan ke ustadz ente kalo ente pun blm paham untuk menjelaskan yg saya minta krn anda-2 yg menimbulkan statemen itu…

  • Abu Taqi Machicky Mayestino IIYang hadir di sini, saya sebagai saudara muslim, dan sebagai Administrator-Moderator grup ini, MENGINGATKAN saja, agar MENJUNJUNG tinggi niatan baik, persaudaraan, toleransi, keksatriaan, sopan-santun, dan tahu memandang dan menempatkan diri sebagai muslim yang pantas menjadi contoh terbaik bagi siapapun, termasuk bagi Mualaf.🙂

  • Agung Nugrohobukan belum paham, tapi saya tidak hafal letaknya di kitab apa, bab apa halaman berapa, dsb. KArena saya sama dengan ukhti, hanya penuntut ilmu, bukan ustadz. dan saya tidak mau ada keributan disini. dan perdebatan antara kita yg sama2 bukan ahlinya. Inbox aja. atau diskusi tertutup.

  • Agung Nugrohocontohnya “mengirim pahala” dan “qiyas dalam perkara ibadah”. cukup ya. sekali lagi inbox aja kalo mau diskusi panjang.

  • Iesye Martini Sastrawiragena

    Saya kira niatan akhi Agung Nugroho agar Akhi Nasrull Winka Rooney Fergusson mendapat jawaban yang memuaskan makanya dirujuk ke seorang ustadz yang jelas lebih kompeten menjawab, Saya yakin akhi Agung bukan tidak bisa menjawab tapi lebih kepada ingin yang terbaik untuk saudaranya..Disini di Mualaf Indonesia adalah tempat kita berbagi..bukan untuk berdebat dikarenakan kesalah pahaman kecil yang tentunya tidak diinginkan oleh kita semua..
  • Abu Taqi Machicky Mayestino II

    Saudaraku, pak/bu Nasrull Winka Rooney Fergusson dan Agung Nugroho … Saya sebagai Administrator-Moderator MENCUKUPKAN, menghentikan, diskusi ini, SEKARANG. Tetap dengan hormat.🙂 Dan selanjutnya, TOLONGLAH, silahkan lanjutkan di Jalur Pribadi. Dapat melalui FB inbox message, telepon, dan sebagainya.🙂 Terimakasih atas kebersamaan yang menyenangkan ini. Thread berikutnya mengenai ini AKAN DIHAPUS. Ibu Iesye Martini Sastrawiragena mungkin sudi mengawasinya pula, bu? Silahkan hapus saja jika ada yang lebih lanjut tentang yang didiskusikan saudara berdua ini.🙂
  • Abu Taqi Machicky Mayestino IITHREAD INI KAMI TUTUP. TERIMAKASIH. SELAMAT BERIBADAH JUM’AT!🙂

  • Iesye Martini Sastrawiragena Insha Allah ustadz Abu Taqi Machicky Mayestino II..disini bukan untuk berdebat tetapi untuk belajar..jika masih ada pertanyaan sebaiknya lewat inbox saja.

  • Elfizon Anwarkl mampu berijtihad sendiri terhadap pemahaman pada ajaran Islam, ya silahkan saja, tapi kl tak mampu ya pilihlah salah satu pemahaman para mahzab yang memang sdh dpt diyakini dipertanggungjawabkan kebenarannya dan sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah. jadi tak perlu diperdebatkan krn kita masing-masing pun akan dimintakan pertanggungjawabannya.

  • Abu Taqi Machicky Mayestino II

    TERIMAKASIH atas tambahannya, pak Elfizon Anwar … Jazakollohu khoiron (semoga Allah membalas dengan kebaikan). DAN SEKALI LAGI, THREAD INI KAMI TUTUP. TERIMAKASIH.🙂 SELAMAT BERIBADAH JUM’AT!🙂 … Bu Iesye Martini Sastrawiragena dan para Administrator lalin, harap juga sudi mengawasi.🙂 TERIMAKASIH.🙂 SELAMAT BERIBADAH JUM’AT DENGAN SEGALA JANJI LUAR-BIASA DALAM IBADAH-IBADAH HARI JUM’AT, LANGSUNG DARI ALLAH, PENCIPTA ALAM SEMESTA!🙂
    • Yusuf KsWah.. baru ditinggal semalam saja sudah banyak komentar. Izinkan saya memberikan komentar panjang terakhir di thread ini, dan mohon jangan dihapus.—-
    • Abu Taqi : “Mengapa antum (anda yang saya hormati) mempersulit sesuatu?🙂 … Mengapa antum mempersoalkan Madzhab, sedangkan perbedaan Madzhab ini terjadi, karena perbedaan Fiqh para Imam besar dalam menyikapi berbagai hal, misalnya yang belum ada di jaman Rosulullah shollollohu ‘alaihi wasallam, dan bukan merupakan satu perbedaan yang mendasar atau Ushuliyah. Masing-masing pun memiliki kelebihan dan kekurangannya.”
    • Saya tidak mempersulit sesuatu, saya juga tidak mempersoalkan madzhab, dari kalimat saya yang mana sehingga saya bisa dianggap berpikiran mempersulit sesuatu dan mempersoalkan madzhab?
    • Abu Taqi : “Yang menamakan Madzhab-madzhab itu sendiri adalah justru bukan para Imam tersebut, melainkan orang-orang di kemudian hari. Oleh karenanya, kesemuanya tetap sepatutnya dikembalikan ke prinsip Ahlus Sunnah wal Jama’ah, sebagai penyeimbang.”
    • Memang bukan para imam yang membentuk madzhab, tapi perbuatan para murid dan pengikutnya setelah wafat imam besar, yang banyak di antara mereka yang merupakan ulama besar mengikuti madzhab tertentu sebagai pokoknya (walau dalam beberapa hal seorang ulama yang mengikuti madzhab tertentu bisa berbeda dalam beberapa hal dengan pendapat imamnya). Nah…memegang madzhab itu dilakukan oleh banyak kaum Muslimin, bukan hanya orang awwam tapi juga para ulama, sehingga menjadi suatu budaya dan bisa dikatakan secara tidak langsung suatu kesepakatan kaum Muslimin tentang bolehnya bermadzhab (bahkan sampai aada yang berpendapat : harus bermadzhab). Ibnu Taimiyah rahimahullah yang dianggap sebagai salah satu rujukan mereka yang menslogankan “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih” pun bermadzhab Hambali. Dan ingat, asal mula sebutan syaikhul Islam adalah sebutan/gelar dari ulama madzhab, bagi madzhab Hambali syaikhul Islam mereka adalah Ibnu Taimiyah, sedangkan bagi yang lain berbeda, misalnya madzhab Syafi’i, syaikhul Islam mereka adalah Imam Nawawi.
    • Abu Taqi : “Adanya perbedaan Madzhab hasil Fiqh ini, tidaklah patut menjadikan umat berpisah-pisah, bahkan berperang karenanya”
    • Memang harusnya begitu, dan saya pun tidak pernah mengatakan perbedaan madzhab menjadikan umat berpisah-pisah, apalagi sampai berperang.
    • —-Mari Belajar : “4 madzab yg terkenal itu adalah dalam hal pemahaman fiqih dan keempat2nya adalah ahlussunnah waljama’ah mereka semua 4 madzab bermanhaj salaf/menyandarkan pendapat mereka kepada sahabat, tabi’in dan tabi’it tabiin ,”
    • Jika benar seperti itu (4 madzhab menyandarkan pendapat mereka kepada sahabat, tabi’in dan tabi’it tabiin), maka saya minta buktinya. Dan dari awal, intinya saya hanya meminta bukti, benarkah “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih”, adalah salah satu mashadir tasyri yang disepakati oleh para ulama? Makanya saya meminta bukti suatu pernyataan dari ulama 4 madzhab tentang hal tersebut.
    • Mari Belajar : “yg jelas manhaj dan aqidah mereka satu yaitu manhaj dan aqidahnya salaf”
    • Apa maksud aqidah salaf? Dan apakah benar aqidah 4 madzhab adalah aqidah salaf? Karena sepengetahuan saya dalam masalah aqidah, madzhab Hanafi, Maliki dan Syafi’i memiliki acuan aqidah yang sama yaitu …. (sengaja tidak saya sebut dulu :D), dan madzhab Hambali memiliki acuan aqidah sendiri yaitu … (sengaja tidak saya sebut dulu :D), walaupun berbeda dalam rincian begitu, keempatnya masih tergolong ahlus sunnah waljama’ah, yang saling menghargai dan menghormati perbedaan pendapat.
    • Mari Belajar : ” jawabnya ikut yg paling kuat hujjahnya menurut anda ..”
    • Bagaimana caranya/ metodenya?—bersambung—

    • Yusuf KsAgung Nugroho : “Akhi Yusuf Ks, seandainya anda berpendapat bahwa Salafus Sholeh (yg Alloh telah ridho pada mereka saja) anda anggap tidak terjamin dan tidak pantas untuk diikuti dan ditiru cara beragamanya, Lalu siapa lagi di atas muka bumi ini yg lebih pantas kita ikuti cara berIslamnya? Kaum yg mana lagi yg mesti kita contoh? Kaum mana lagi yg lebih baik dari mereka?”
    • Saya tidak pernah berpendapat salafus shalih tidak pantas untuk diikuti dan ditiru cara beragamanya. Dan alhamdulillah ukhti Nasrull Winka Rooney Fergusson memahami maksud saya.
    • Sebagaimana yang saya sebut sebelumnya, saya termasuk yang berpendapat bahwa salafus shalih terutama shahabat adalah generasi terbaik, pada mereka terdapat keteladanan. Yang jadi pembahasan, bagaimana mencintai salafus shalih dan meneladani mereka? Apakah menjadikan “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih” atau sejenisnya sebagai salah satu mashadir tasyri, atau membuat slogan seperti itu, padahal kalimat tersebut masih belum jelas metodenya, siapa yang harus diikuti (jika yang dimaksud adalah kesepakatan, kenapa tidak menggunakan istilah ijma saja yang sudah lumrah digunakan di kalangan 4 madzhab, kenapa harus membuat istilah baru), bagaimana jika ada perbedaan pendapat di generasi salafus shalih tersebut?
    • Agung Nugroho : “saya kira forum ini hanya forum kecil, tidak mungkin semua bisa disampaikan secara detail disini. Silakan antum inbox/pm saya nomer HP antum, saya akan bantu hubungkan antum dengan ustadz yg ahli dalam masalah2 yg antum ingin ketahui dengan detail tersebut. Dan saya tidak menginginkan ada perdebatan dan sesuatu yg terlalu “berat” dan belum waktunya bagi mualaf disini. Mari kita sama2 menahan diri saudaraku Yusuf Ks”
    • Saya suka komentar ukhti Nasrull Winka Rooney Fergusson dalam menanggapi ajakan seperi itu : “nah luh…kan ustadz mari belajar dan ente yg menimbulkan statemen itu….. kenapa harus sambungkan ke ustadz ente kalo ente pun blm paham untuk menjelaskan yg saya minta krn anda-2 yg menimbulkan statemen itu… “
    • Walaupun begitu saya hargai maksud baik Anda. Hanya saja maaf, komunikasi via telepon apalagi sms menurut saya kurang efektif. Dahulu saya pernah (cukup sering) mendiskusikan suatu hal yang berkaitan dengan agama via telepon / ponsel, tapi kendalanya biasanya terjadi pada salah komunikasi (salah dengar), salah paham (kurang memahami maksud), sampai masalah pulsa yang cukup mahal. Kalau mau yang lebih efektif adalah ketemu langsung untuk mendiskusikan masalah dengan waktu yang khusus (disediakan waktu khusus untuk diskusi, bukan ketika sedang dalam suatu majlis). Selanjutnya tinggal masalah waktu, saya sendiri sepertinya sulit mencari waktu untuk itu, tapi jika kalian mewakilkan masalah ini pada ustadz Anda, maka saya juga bisa mewakilkannya pada ustadz saya, tentu jika ustadz saya juga setuju. Dahulu beberapa ustadz saya pernah menghubungi beberapa kali untuk meminta waktu diskusi masalah agama kepada seorang “ustadz kabir” yang membawa slogan “kembali kepada salafus shalih”, tapi sayang sekali satupun tidak ada yang berhasil. Karena itu saya juga sangat senang jika diskusi antara ustadz bisa terjadi, dan jika ada yang bisa membantu mewujudkan, saya senang sekali dan juga bisa membantu menghubungkan.
    • Demikian, jika ada yang ingin meneruskan diskusi ini terutama request saya yang meminta bukti, benarkah “kembali kepada salafus shalih” atau “mengikuti pemahaman kaum Salafus Salih”, adalah salah satu mashadir tasyri yang disepakati oleh para ulama? Makanya saya meminta bukti suatu pernyataan dari ulama 4 madzhab tentang hal tersebut. Atau bawakanlah dalil yang shahih dan sharih (jelas, tidak multitafsir) mengenai kewajiban “kembali kepada salafus shalih”, atau mengenai “kembali kepada shalih” adalah salah satu masadhir tasyri. Karena tidak mungkin melanjutkan di grup ini bagaimana jika kita melanjutkannya di tempat lain, misalnya sudah saya sediakan tempatnya di blog : https://diskusiagamaislam.wordpress.com/2012/07/13/diskusi-tentang-hal-berkaitan-dengan-kembali-kepada-salafus-shalih/
    • Jika ada yang mau menjawab via PM pun silakan, saya tunggu, walau saya lebih suka diskusi di blog supaya manfaatnya bisa dirasakan oleh orang banyak.Terima kasih atas perhatian dan kesempatan yang diberikan ,Wassalamu ‘alaikum.Yusuf KS.

      4 minutes ago · Like ·
  1. #1 by yks on Juli 13, 2012 - 7:03 am

    Tes komentar

  2. #2 by raihan albiroenie on Juli 13, 2012 - 12:29 pm

    no koment, baca baca aj ah?-? sisa,y ane ijtihad sendiri,,, hhhee,,,😀

  3. #3 by ujang on Juli 17, 2012 - 6:59 pm

    mas Yusuf Ks ana mau tanya dalam tasauf ada macam macamnya dalam hal ibadah dan tarekat intinya adalah kembali kepadaNya…piye mas tanggapannya…

  4. #4 by Yusuf KS on Juli 17, 2012 - 8:12 pm

    Pak Ujang, saya menganggap bapak lebih paham dalam masalah ini. Tapi kalau saya diperkenankan untuk berpendapat tentang tasawuf, maka istilah itu memang baru tapi munculnya tidak lain sebagai usaha menyucikan jiwa dari segala penyakit yang melekat dalam jiwa seperti hasad, takabur, cinta dunia, dll, serta sebagai upaya untuk menggapai cinta Allah, ridha, tawakkal, dan ikhlas kepada-Nya.

    Tentang tarekat, suluk, dan berbagai macam amalan yang ada pada tasawuf, maka semuanya tergantung niat/tujuan dan isi amalan yang ada pada suatu tarekat / suluk. Jika niatnya kembali kepada Allah, tentu itu adalah baik. Jika amalan yang ada di dalamnya merupakan amalan kebaikan apalagi sejalan dengan hukum-hukum syariat Islam yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah serta apa yang sudah menjadi kesepakatan para ulama, maka tentu itu juga baik. Sebaliknya, jika amalan itu merupakan amalan yang dilarang syariat, yang bertentangan dengan hukum-hukum syariat yang sudah sharih (jelas) dan paten, yang para ulama sudah sepakat tentang kebatilannya, maka hal itu bisa menjadi tidak baik.

    Dan ada juga yang berisi amalan yang sifatnya ijtihadiyah / khilafiyah (misalnya : dzikir berjamaah pada waktu tertentu dengan bacaan tertentu, dll). Untuk yang ini selama hal tersebut merupakan kebenaran yang diyakininya (dalam contoh dzikir berjamaah pada waktu tertentu dengan bacaan tertentu dalil yang dipakai adalah dalil umum surat Ali Imran : 191), maka silakan menjalaninya, insya Allah itu adalah kebaikan. Dan tidak boleh dalam masalah ini satu pihak menyalahkan/menyesatkan, apalagi sampai membid’ahkan / mengkafirkan, karena sifat menyesatkan kelompok lain dalam masalah ijtihadiyah adalah perkara yang tidak dibenarkan dalam ajaran Islam.

    Demikian pak Ujang. Jika ada kesalahan dalam hal yang sudah diterangkan di atas, jangan ragu untuk mengoreksinya. Mari sama-sama belajar menasehati dalam kebaikan dan takwa.

    Yusuf KS.

  5. #5 by Nasrul WRF on Juli 19, 2012 - 11:13 am

    complete bgt review nya…buat tambahan ilmu bang…

  6. #6 by ujang on Juli 23, 2012 - 1:17 pm

    mantap pak yusuf Ks ulasanya baik sekali

  7. #7 by ujang on Juli 23, 2012 - 1:25 pm

    mas andaikan sesuatu itu kembalinya kepda kepada bid’ah sekarang saya dengar orang yang suka menbid’ahkan selalu ingin menang sendiri dengan fahamnya padahal dia sendiri ga ngerti apa itu bid’ah…kadang saya suka miris aja islam sesama islam aja berargumen,,,demikian rupa sehingga menyakiti hati sesama muslim karna telah menbid’ahkan ajaran ulama orang lain,,,,kalau ana sih ga ambil pusing mas selama menurut ana benar ana laksanakan,,,tapi kadang ANA KASIAN JA.. padalah dalam Alqur’an jelas mas dalam “”” allah swt, yang menjadikan sesat seseorang dan menjadikan baik dan lurus……..itu sudah Haqnya Allah Swt….piye mas?

  8. #8 by Yusuf KS on Juli 24, 2012 - 8:18 pm

    Memang sungguh sangat miris, adanya orang yang suka membid’ahkan orang lain yang berbeda dengannya, padahal dia sendiri tidak mengerti apa itu bid’ah.

    Dan memang ini adalah fakta yang ada saat ini yang tidak menggembirakan kaum Muslimin. Fakta bahwa ada sekelompok orang yang suka membid’ahkan, menyesatkan, bahkan mengkafirkan orang lain yang berbeda, padahal perbedaannya masih dalam ranah khilafiyah. Mereka mengklaim paling benar, paling ahlussunnah, paling salaf, paling mengerti Al-Qur’an dan As-Sunnah, tapi tidak mengerti bagaimana metode dan kaidah para ulama terdahulu dalam memahami Al-Qur’an dan A-Sunnah, tidak memahami bagaimana menyikapi hal khilafiyah / ijtihadiyah, dan sebagainya.

    Saya sendiri tidak terlalu memusingkan kelompok yang seperti itu, tapi saya ada kekhawatiran, jika sikap mereka tetap seperti itu, maka suatu saat bisa terjadi bentrok fisik (atau bisa saja sampai perang saudara) antara mereka dengan yang berbeda dengan mereka (yang menjadi korban dibid’ahkan, disesatkan, dikafirkan). Na’udzubillahi min dzalik. Semoga itu cuma kekhawatiran saya aja, dan supaya itu tidak menjadi kenyataan, saya berharap bahwa mereka sadar atas kekeliruan tersebut (yang suka membid’ah, menyesatkan, mengkafirkan).

    Lalu kita harus selalu ingat dan berusaha untuk selalu menerapkan bahwa merupakan hak masing-masing yang berpendapat dalam masalah ijtihad agar merasa yakin bahwa pendapatnya adalah benar, tetapi tidaklah benar baginya untuk mengklaim kepada yang berbeda pendapat dengannya sebagai orang yang sesat, bidah, bukan ahlus sunnah, dan pasti salah (keluar dari garis yang benar). Mari sama-sama kita menjalin dan mempererat ukhuwah Islamiyah meski ada berbagai perbedaan di wilayah ijtihadiyah/khilafiyah.

    Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita hidayah dan jalan yang lurus, jalan yang diridhai-Nya.

  1. Surat untuk Admin grup Mualaf di Facebook « Diskusi Agama Islam
  2. Diskusi tentang Tasawwuf « Diskusi Agama Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: