Diskusi tentang niat dan bidah

Diskusi ini bermula dari suatu dokumen yang dibawakan oleh pak Nasrul di suatu grup di Facebook. Dokumen tersebut lalu dikomentari dan menjadi bahan diskusi. Berikut ini dokumennya :

Pendapat Para Imam Mazhab Mengenai Wajibnya Niat Puasa

Puasa Ramadlan hanya tinggal menghitung hari, ada baiknya kami bahas topik mengenai puasa yang merupakan rukun Islam yang ke 4 setelah zakat. Puasa yang dilakukan umat Islam di bulan Ramadlan hukumnya wajib.

Ada hal yang perlu diperhatikan dalam menyambut puasa ramadhan, salah satunya mengenai rukun puasa yang pertamanya adalah NIAT.

Unsur / kriteria apa saja yang harus dipenuhi dalam niat?

1. bermaksud mengerjakan puasa, yang masuk kategori; qosdul fi’li.
2. menyatakan puasa apa yang akan dikerjakan, misalnya puasa Ramadhan, puasa kaffarah, puasa nadzar dan lainsebagainya. Dimana hal ini masuk ketegori Atta’yin.
3. Adapun yang menyempurnakan adalah menegaskan fardhu atau sunnahnya puasa yang akan dikerjakan, yang masuk dalam ketegori ; Atta’arrudl. Lantas, menegaskan bahwa puasa yang akan dikerjakannya itu semata-mata karena Allah SWT.

Para imam yang terkenal telah bersepakat atas kewajiban niat pada puasa Ramadlan, karena puasa Ramadlan itu tidak sah kecuali dengan niat.

Menurut Imam Malik, Syafi’i dan Hambali, niat itu harus diletakkan pada malam hari, berbeda dengan Imam Hanafi.

Rasulullah saw bersabda :
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ النِّيَّةَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ .
“Barangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka sama sekali tidaklah puasa itu sah baginya”. (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah, dari hafshah)

Hadits yang di atas menegaskan bahwa tidak sah puasa seseorang dengan niat pada saat fajar terbit, apalagi sesudahnya.

Lain halnya puasa sunnat, waktu berniat tidak harus malam hari, tapi bisa dilakukan setelah terbit fajar sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu Dzuhur) dengan syarat ia belum makan/minum sedikitpun sejak Subuh. Bahkan ulama mazhab Hambali, untuk puasa sunat, membolehkan berniat setelah waktu Dzuhur.

Para imam madzhab berbeda pendapat mengenai waktu niat. Untuk lebih detailnya, marilah kita ikuti berbagai pendapat berikut ini:

Mazhab Hanafiyah : Lebih baik bila niat puasa (apa saja) dilakukan bersamaan dengan terbitnya fajar, karena saat terbit fajar merupakan awal ibadah. Jika dilaksanakan setelah terbitnya fajar, untuk semua jenis puasa wajib yang sifatnya menjadi tanggungan/hutang (seperti puasa qadla, puasa kafarat, puasa karena telah melakukan haji tamattu’ dan qiran –sebagai gantinya denda/dam, dll) maka tidak sah puasanya. Karena, menurut mazhab ini, puasa-puasa jenis ini niatnya harus dilakukan pada malam hari. Tapi lain dengan puasa wajib yang hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti puasa Ramadhan, nadzar, dan pusa-puasa sunnah yang tidak dikerjakan dengan sempurna, maka boleh saja niatnya dilakukan setelah fajar sampai sebelum Dhuhur.
Mazhab Malikiyah : Niat dianggap sah, untuk semua jenis puasa, bila dilakukan pada malam hari atau bersamaan dengan terbitnya fajar. Adapun apabila seseorang berniat sebelum terbenamnya matahari pada hari sebelumnya atau berniat sebelum tergelincirnya matahari pada hari ia berpuasa maka puasanya tidak sah walaupun puasa sunnah.
Mazhab Syafi’iyah : Untuk semua jenis puasa wajib (baik yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu seperti puasa Ramadlan; yang sifatnya menjadi tanggungan seperti qadla’, nazar, kafarat, dll.) niat harus dilakukan pada malam hari. Adapun puasa sunnnah, niat bisa dilakukan sejak malam hari sampai sebelum tergelincirnya matahari. Karena Nabi saw. suatu hari berkata pada ‘Aisyah: ‘Apakah kamu mempunyai makanan?’. Jawab ‘Aisyah: ‘Tidak punya’. Terus Nabi bilang: ‘Kalau begitu aku puasa’. Lantas ‘Aisyah mengisahkan bahwa Nabi pada hari yang lain berkata kepadanya: ‘Adakah sesuatu yang bisa dimakan?’. Jawab ‘Aisyah: ‘Ada’. Lantas Nabi berkata: ‘Kalau begitu saya tak berpuasa, meskipun saya telah berniat puasa’.
Mazhab Hambaliyah : Tidak beda dari Syafi’iyah, mazhab ini mengharuskan niat dilakukan pada malam hari, untuk semupa jenis puasa wajib. Adapun puasa sunnah, berbeda dari Syafi’iyah, niat bisa dilakukan walaupun telah lewat waktu Dhuhur (dengan syarat belum makan/minum sedikitpun sejak fajar).

Kita diperbolehkan menggunakan niat puasa sebulan penuh milik Madzab Maliki dimana pendapat itu didasarkan pada penilaian bahwa puasa sebulan Ramadhan itu adalah sebuah kesatuan, tidak terpecah-pecah, sehingga layak disebut sebagai satu bentuk ibadah, dalam artian antara malam hari yang boleh makan minum dengan siang hari yang harus berpuasa, sudah merupakan suatau gaungan ibadah puasa. Dan juga kebiasaan dari manusia kalau manusia itu tempat salah dan lupa, kadang ada yang bertanya kita lupa niat bagaimana hukumnya??? Dan untuk menghindari dari permasalahan tsb maka Insya Allah alfaqir akan memberitahu cara agar supaya kita tercegah dari kelupaan dalam niat, dan untuk diterima atau tidaknya itu hanyalah urusan dari Allah Azza Wa Jalla.

Kita menggunakan niat beliau semata-mata hanya untuk mencegah kelupaan atau jika kita lupa niat puasa pada malam harinya maka puasa kita masih sah. Tapi tidak hanya dengan melafadzkan niat Imam Malik yang sebulan penuh itu kita tidak niat lagi tiap malam. Kita tetap niat puasa setiap malam (menurut Madzab Imam Syafi’i). Niat Imam Malik tsb hanya untuk menutupi apabila kita lupa niat pada mazhab Hanafiyah : Lebih baik bila niat puasa (apa saja) dilakukan bersamaan dengan terbitnya fajar, karena saat terbit fajar merupakan awal ibadah. Jika dilaksanakan setelah terbitnya fajar, untuk semua jenis puasa wajib yang sifatnya menjadi tanggungan/hutang (seperti puasa qadla, puasa kafarat, puasa karena telah melakukan haji tamattu’ dan qiran –sebagai gantinya denda/dam, dll) maka tidak sah puasanya.

Karena, menurut mazhab ini, puasa-puasa jenis ini niatnya harus dilakukan pada malam hari. Tapi lain dengan puasa wajib yang hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti puasa Ramadhan, nadzar, dan pusa-puasa sunnah yang tidak dikerjakan dengan sempurna, maka boleh saja niatnya dilakukan setelah fajar sampai sebelum Dhuhur.

Kita menggunakan niat Imam Malik semata-mata hanya untuk mencegah kelupaan atau jika kita lupa niat puasa pada malam harinya maka puasa kita masih sah. Kita tetap niat puasa setiap malam (menurut Madzab Imam Syafi’i). Niat Imam Malik tsb hanya untuk menutupi apabila kita lupa niat pada malam harinya. (Sumber : Pondok Habib)

    • Agung NugrohoNiat itu tempatnya di hati, bukan di lisan. Dan memang tidak ditemui lafadz niat berpuasa di dalam hadist, maupun di dalam pembahasan imam yg empat. (buat yg tidak sependapat, jangan debat disini ya, silakan inbox/privat saja)

      5 hours ago · Like · 1
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonsilahkan kasih penjelasan dari ulama-2 4 mahzab, sebelum membuat komen spt itu

      5 hours ago · Like
    • Agung Nugrohoinbox aja ya… =)

      5 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonkalo inbox yg lain tidak bisa belajar pa ustadz…biar banyak yg tahu…

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergusson mungkin bang Yusuf Kspun bisa ikut dimari

      4 hours ago · Like
    • Yusuf Ks Share yang bagus ukht. Sepertinya ukhti Nasrull Winka Rooney Fergussonpun sudah paham betul mengenai hal ini. Oleh karena itu kali ini giliran saya yang menyimak penjelasan ukhti. Silakan ukhti perjelas lagi tentang lafadz niat :)

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonmaaf bang, sebenarnye ane ini laki-2 hehehehe, itu pic istri dan anak saya

      4 hours ago · Like
    • Yusuf Ks maaf pak Nasrull Winka Rooney Fergussonatas kekeliruan saya tersebut :D (belum mengecek profil pak Nasrul dan tertipu dengan profilpicture yang digunakan hehehe)

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergusson

      Masalah lafadh niat itu adalah demi Ta’kid saja, (penguat dari apa yg diniatkan), itu saja, mudah bukan?, berkata shohibul Mughniy : Lafdh bimaa nawaahu kaana ta’kiidan (Lafadz dari apa apa yg diniatkan itu adalah demi penguat niat saja) (Al Mughniy Juz 1 hal 278), demikian pula dijelaskan pd Syarh Imam Al Baijuri Juz 1 hal 217 bahwa lafadh niat bukan wajib, ia hanyalah untuk membantu saja.Tak adapula yg mengeraskan suara dalam lafadh niat shalatnya, mengeraskan suara hingga mengganggu khusyu orang lain itu adalah berteriak dalam melafadhkanya,

      4 hours ago · Unlike · 1
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonga apa-2 bang hehehehe

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonniat dalam hati silahkan, ga masalah kan yah? melafaz kan niat setau ane juga ga dg teriak-2…blm pernah denger misal ada org yg lafaz niat dg suara kencang….

      4 hours ago · Unlike · 1
    • Agung Nugrohosaya mengikuti salafus sholeh saja, di hati =). Juga mengikuti imam yg empat, di hati juga.

      4 hours ago · Like · 3
    • Yusuf Ks sependapat dengan pak Nasrull Winka Rooney Fergusson :)

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergusson

      هل يستحب اللفظ بالنية ؟ على قولين : فقال طائفة من أصحاب أبي حنيفة ، والشافعي ، وأحمد : يستحب التلفظ بها لكونه أوكد، وقالت طائفة من أصحاب مالك ، وأحمد ، وغيرهما : لا يستحب التلفظ بها ؛ لأن ذلك بدعة لم ينقل عن رسول الله صلى الله عليه وسلم ولا أصحابه ولا أمر النبي صلى الله عليه وسلم أحدا من أمته أن يلفظ بالنية
      الفتاوى الكبرى ص : 1 / 214 – 215 [Apakah disunnahkan melafazhkan niat? Maka dikatakan ada dua pendapat. Pendapat sebagian sahabat Imam Abu Hanifah [Hanafi], Syafi’i dan Ahmad [Hambali] mensunnahkan melafazhkannya unt menguatkan [niat] . Dan sebagian dari sahabat Imam Malik dan Imam Ahmad dan selain dari keduanya, tdk mensunnahkannya karena hal itu bid’ah yg tdk pernah diucapkan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam dan tdk oleh para sahabat. Dan Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam tdk pernah memerintahkan kpd seorang pun dari umatnya unt melafazhkan niat. [Al-Fatawa Al-Kubro juz 1 hal. 214-215]
      4 hours ago · Unlike · 1
    • Agung Nugrohosunnah = perbuatan Nabi, Ucapan Nabi, contoh dari Nabi, Takrir (sesuatu yg didiamkan/dibiarkan) oleh Nabi. Kurang tepat disebut sunnah… =)

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonjadi yg dijelaskan oleh para ulama-2 4 Mahzab itu bukan sunnah Nabi saw? masih tidak bisa dipakai qiyas menurut mas agung?

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergusson

      يسن أن يتلفظ بلسانه باالنية، كأن يقول بلسانه أصلي فرض الظهر مثلا، لأن فى ذالك تنبيها للقلب، فلو نوى بقلبه صلاة الظهر، ولكن سبق لسانه فقال: نويت أن أصلي العصر فأنه لا يضر، لأنك قد عرفت أن المعتبر فى النية انما هو فى القلب، والنطق با للسان ليس بنية………….. وهذا الحكم متفق عليه عند الشافعية والحنابلة. [كتاب الفقه على المذاهب الاربعة لعبد الرحمن الجزيري ص : 114]Disunnahkan melafazhkan niat dgn lisan, sebagaimana mengucapkan niat dgn lisan, misal “Aku niat sholat fardhu zhuhur,” karena hal itu unt mengingatkan hati. Jika seseorang niat di dlm hatinya sholat zhuhur tetapi lisannya mendahului dgn ucapan niat : “Aku niat sholat ashar,” itu tdk masalah. Karena kamu mengetahui bahwa sesungguhnya niat itu ada di dlm hati, dan ucapan lisan itu bukan niat………… Ini adalah hukum kesepakatan menurut madzhab Syafi’iyah dan Hanabilah [Syafi’i dan Hambali] [Kitab Fikih Empat Madzhab oleh Abdurrohman Al-Jazairi juz 1 hal. 114]

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonlafaz niat bukan wajib…..

      4 hours ago · Like
    • Agung NugrohoSyafi’iyah itu adalah orang yg mengaku mengikuti mazhab imam syafi’i. Bukan Imam Syafi’i yg bilang begitu. Bedakan antara Imam Syafi’i dan “perngikut imam syafi’i”.

      4 hours ago · Like · 2
    • Agung Nugroho : “sunnah = perbuatan Nabi, Ucapan Nabi, contoh dari Nabi, Takrir (sesuatu yg didiamkan/dibiarkan) oleh Nabi. Kurang tepat disebut sunnah… =)”

    • Harus dibedakan antara sunnah dalam pengertian tersebut (yang dipakai dalam hadits) dan sunnah dalam pengertian fiqih yang berarti satu dari lima hukum.

      4 hours ago · Like
    • Agung Nugrohoklo tidak dicontohkan Nabi dan Sahabat, bagaimana bisa masuk ke fiqih? cukup ya. Inbox aja ya…. =) atau seperti saran Abu Taqi, silakan berdebat di forum yg lain…. disini tidak butuh yg seperti ini, malu ditonton yg lain…

      4 hours ago · Like
    • Agung Nugrohokalopun masuk ke fiqih maka hukumnya bid’ah… =), bukan sunnah…

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonjadi ulama-2 besar Syafi’iyah setelah Imam Syafi’i menjelaskan ttg lafaz niat itu mereka semua salah ??

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonow ow ow jadi apa-2 yg tidak diperbuat/dicontohkan Nabi saw adalah bid’ah ?? termasuk niat ??

      4 hours ago · Like
    • Agung Nugrohoiya akhi, sebab semua yg dicontohkan Nabi disebut sunnah. Lawan dari sunnah adalah bid’ah…=). Makanya akhi selama kita mengikuti Salafush Sholeh, maka semuanya mudah, dan tidak ada perselisihan dan kebingungan dan yg diperintah adalah mengikuti Sunnah Nabi dan Sunnahnya Khulafaurasyidin, bukan “sunnahnya” orang/ulama diluar itu…. =)

      4 hours ago · Like · 1
    • Agung Nugroho

      Dari Abu Najih ’Irbadh bin Sariyah rodhiallohu ‘anhu dia berkata, “Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah menasihati kami dengan nasihat yang menggetarkan hati dan mencucurkan air mata. Kami bertanya, “Wahai Rasulullah, seperti ini adalah nasihat perpisahan, karena itu berilah kami nasihat”. Beliau bersabda, “Aku wasiatkan kepada kalian untuk tetap menjaga ketakwaan kepada Alloh ‘azza wa jalla, tunduk taat (kepada pemimpin) meskipun kalian dipimpin oleh seorang budak Habsyi. Karena orang-orang yang hidup sesudahku akan melihat BERBAGAI PERSELISIHAN, hendaklah kalian berpegang teguh kepada sunnahku dan sunnahnya Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk (Alloh). Peganglah kuat-kuat sunnah itu dengan gigi geraham dan jauhilah ajaran-ajaran yang baru (dalam agama) karena semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, ia berkata, “Hadits ini hasan shahih”)
      4 hours ago · Like · 1
    • Agung NugrohoKita cukupkan akhi, silakan antum mau pilih yg mana…. barokallohu fikum, semoga Allah mengampuni dosa2 kita, dan melembutkan serta melapangkan hati kita kepada kebenaran.

      4 hours ago · Like
    • Agung NugrohoSaya memilih mencontoh Nabi SAW dan Sahabat daripada mencontoh yg lain. Lebih lurus dan lebih selamat… sekali lagi barokallohu fikum. Tetap jaga ukhuwah/persaudaraan ya akhi….

      4 hours ago · Like · 1
    • Agung NugrohoBarangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia akan melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah olah dia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang orang yang tidak beriman.(Surah Al An’aam ayat 125)

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergusson Agung Nugroho Saya memilih mencontoh Nabi SAW dan Sahabat daripada mencontoh yg lain. Lebih lurus dan lebih selamat… sekali lagi barokallohu fikum. Tetap jaga ukhuwah/persaudaraan ya akhi….
      7 minutes ago · Like ===>>> cara mencontoh Nabi saw dan Sahabat gimana caranya? langsung praktekan dari Qur’an & Sunnah ? bisa dg diri sendiri ?

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonyah silahkan kalau mau diakhiri….

      4 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergusson

      Agung Nugroho iya akhi, sebab semua yg dicontohkan Nabi disebut sunnah. Lawan dari sunnah adalah bid’ah…=). Makanya akhi selama kita mengikuti Salafush Sholeh, maka semuanya mudah, dan tidak ada perselisihan dan kebingungan dan yg diperintah adalah mengikuti Sunnah Nabi dan Sunnahnya Khulafaurasyidin, bukan “sunnahnya” orang/ulama diluar itu…. =)
      20 minutes ago · Like ====>> termasuk pembagian Bid’ah secara agama & bahasa, pembagian tauhid jadi 3, dauroh minggu pagi dan banyak lagi….yg tidak dicontohkan Nabi saw & Sahabat adalah bid’ah=sesat yah? baiklah kalo bgitu…ane mengerti
      4 hours ago · Like
    • Agung Nugroho

      Oke, jadi mengenai melafadzkan/mengucapkan niat adalah Bukan contoh dari Nabi SAW dan sahabat. Juga bukan datang dari Imam Mazhab yg empat. Masalah ini baru muncul jauh setelah wafatnya imam yg empat, oleh orang2 atau golongan yg menyebut d…irinya “syafi’iyah. Dan Ulama itu bukan Nabi, jadi bisa benar dan terkadang bisa juga salah… Dan tidak pantas/patut bagi seorang muslim Meninggalkan contoh dari Nabinya, dan mengambil contoh dari yg lain. Kita cukupkan. Subhanakallohumma wabihamdika asyhadu alla ila anta astaghiruka wa atubu ilaih….
      3 hours ago · Edited · Like · 1
    • Yusni Irfansyukron atas lebihan ilmu-nya, semoga menjadi amal jariah..amiieeen

      3 hours ago · Like · 1
    • Nasrull Winka Rooney Fergusson

      ‎- Tidaklah seseorang itu mengucapkan suatu perkataan melainkan disisinya ada malaikatpencatat amal kebaikan dan amal kejelekan (Al-qaf : 18).
      Dengan demikian melafadzkan niat dgn lisan akan dicatat oleh malaikat sebagai amal kebaikan.
      - Kepada Allah jualah naiknya kalimat yang baik (Al-fathir : 10).
      Masudnya segala perkataan hamba Allah yang baik akan diterima oleh Allah (Allah akan menerima dan meridhoi amalan tersebut) termasuk ucapan lafadz niat melakukan amal shalih (niat shalat, haji, wudhu, puasa dsb).
      3 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergusson

      Hadits-Hadist dasar Dasar Talaffudz binniyah (melafadzkan niat sebelum takbir)
      1. Diriwayatkan dari Abu bakar Al-Muzani dari Anas Ra. Beliau berkata :
      عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلّّمَ
      يَقُوْلُ لَبَّيْكَ عُمْرَةً وَحَجًّاً
      “Aku pernah mendengar rasulullah Saw. Melakukan talbiyah haji dan umrah bersama-sama sambil mengucapkan : “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah untuk melaksanakan haji dan umrah”.
      ”. (Hadith riwayat Muslim – Syarah Muslim Juz VIII, hal 216)).
      Hadits ini menunjukan bahwa Rasulullah Saw. Mengucapkan niat atau talafudz binniyah diwaktu beliau melakukan haji dan umrah.
      Imam Ibnu Hajar mengatakan dalam Tuhfah, bahawa Usolli ini diqiyaskan kepada haji. Qiyas adalah salah satu sumber hukum agama.2. Hadits Riwayat Bukhari dari Umar ra. Bahwa beliau mendengar Rasulullah bersabda ketika tengah berada di wadi aqiq :”Shalatlah engkau di lembah yang penuh berkah ini dan ucapkanlah “sengaja aku umrah didalam haji”. (Hadith Sahih riwayat Imam-Bukhari, Sahih BUkhari I hal. 189 – Fathul Bari Juz IV hal 135)
      Semua ini jelas menunjukan lafadz niat. Dan Hukum sebagaimana dia tetap dengan nash juga bias tetap dengan qiyas.3. Diriwayatkan dari aisyah ummul mukminin Rha. Beliau berkata :
      “Pada suatu hari Rasulullah Saw. Berkata kepadaku : “Wahai aisyah, apakah ada sesuatu yangdimakan? Aisyah Rha. Menjawab: “Wahai Rasulullah, tidak ada pada kami sesuatu pun”. Mendengar itu rasulullah Saw. Bersabda : “Kalau begitu hari ini aku puasa”. (HR. Muslim).Hadits ini mununjukan bahwa Rasulullah Saw. Mengucapkan niat atau talafudz bin niyyah di ketika Beliau hendak berpuasa sunnat.4. Diriwayatkan dari Jabir, beliau berkata :
      “Aku pernah shalat idul adha bersama Rasulullah Saw., maka ketika beliau hendak pulang dibawakanlah beliau seekor kambing lalu beliau menyembelihnya sambil berkata: “Dengan nama Allah, Allah maha besar, Ya Allah, inilah kurban dariku dan dari orang-orang yang tidak sempat berkurban diantara ummatku” (HR Ahmad, Abu dawud dan turmudzi)
      Hadits ini menunjukan bahwa Rasulullah mengucapkan niat dengan lisan atau talafudz binniyah diketika beliau menyembelih qurban.

      3 hours ago · Like
    • Yusni Irfan

      Segala sesuatu yang berhubungan dengan niat, selalu ada dalam hati, atau selalu dengan hati. Sama sekali tidak dengan lisan. Oleh sebab itu, melafadzkan atau mengucapkan niat tidaklah wajib hukumnya. Namun demikian, tidak pula suatu bid’ah yang dosa dan sesat, meskipun hal itu tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW.
      Pengucapan niat pada hakikatnya dimaksudkan untuk memasukkan isi lafadz niat tersebut ke dalam hati yang oleh sebab itu menurut suatu mazhab dipandang sunnah hukumnya, lantaran diyakini akan menjadi pendorong tercapainya suatu yang wajib. Hanya satu yang perlu diperhatikan yakni bahwa wajibnya sebuah niat, tidak akan pernah terpenuhi hanya dengan ucapan lisan, tanpa ada dalam hati.
      3 hours ago · Like · 1
    • Nasrull Winka Rooney Fergusson komen yg sangat bagus bang Yusni Irfan…..makasih atas tambahannya

      3 hours ago · Like
    • Agung Nugroho

      Ada orang yg tidak berpuasa di bulan Romadhon. Saat ditanya alasannya dia menjawab “saya lupa baca niat”, Saat ditanya apakah dia makan sahur, dijawab iya. Sesungguhnya sesuatu yg diluar tuntunan Rosululloh itu tidak akan membawa pada maslahat. Dan seringkali menyusahkan orang, dan membuat orang jatuh dalam dosa (misalnya tidak puasa krn lupa baca niat). Ada orang yg tidak menqosor sholat saat safar, alasannya “saya tidak tau baca niatnya sholat diqosor”
      2 hours ago · Like · 1
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonsiapakah org-2 itu? ada buktinya ???

      2 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonbaru denger….kalo sampe ga puasa krn lupa niat hehehehehe

      2 hours ago · Like
    • Agung Nugrohobanyak akhi, salah satunya teman saya sendiri, saat kita safar dan akan menqosor sholat, dia menolak dgn alasan tersebut. Lalu saya jelaskan pada dia bahwa niat itu di hati. Dan akhirnya dia bersedia sholat bersama kita.

      2 hours ago · Like
    • Agung NugrohoDulu waktu kecil, saya juga bingung apakah akan berpuasa atau tidak pada hari tersebut, sebab saya lupa baca niat (karena tarawih di rumah). Tapi saya makan sahur.

      2 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonorg tsb awam atau sudah paham agama???

      2 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergusson Agung Nugroho Dulu waktu kecil, saya juga bingung apakah akan berpuasa atau tidak pada hari tersebut, sebab saya lupa baca niat (karena tarawih di rumah). Tapi saya makan sahur.
      4 minutes ago · Like ====>>>> waktu kecil sudah paham ttg agama ???

      2 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonmasa’ mas yusuf menjadikan pengalaman waktu kecil spt dijadikan hujjah…

      2 hours ago · Like
    • Agung Nugrohojawaban apa yg kiranya bisa memuaskan antum ya akhi? Bacaan sholat itu mudah, yg sulit justru menghafal lafadz niat sholat. Ini pengalaman pribadi waktu saya kecil. Saya cukupkan disini saja. Silakan kalo mau dilanjutkan dgn yg lain.

      2 hours ago · Like
    • Nasrull Winka Rooney Fergussonmasa kecil kita kan masih sangat awam, pengetahuan agama mungkin cuma basic, tata cara sholat , puasa saja, tp blm mendalami dalilnya dsb…

    • Nasrull Winka Rooney Fergussonyah kalo masa kecil, memang tetap kembali ke pribadi masing-2, memang mungkin susah untuk menghapal, kita kan berbicara dg kondisi kita saat ini, bukan ttg anak kecil…spt ditanya, dimana Allah swt? mrk pasti akan menunjuk ke arah atas…

    • Agung Nugroho : “klo tidak dicontohkan Nabi dan Sahabat, bagaimana bisa masuk ke fiqih?” , “kalopun masuk ke fiqih maka hukumnya bid’ah… =), bukan sunnah…”

    • Ayolah mas Agung, masa’ standar hukum fiqh saja tidak paham, bagaimana nanti saat membahas ushul fiqh?

    • Agung Nugroho : “sebab semua yg dicontohkan Nabi disebut sunnah. Lawan dari sunnah adalah bid’ah.”

    • Dengan kalimat seperti itu maka
      a) orang yang berhaji lebih dari satu kali adalah bid’ah, karena Nabi ga pernah haji lebih dari sekali.
      b) membayar zakat fithri dengan beras adalah bid’ah, karena Nabi dan para shahabat tidak pernah bayar zakat fithri dengan beras, tapi dengan kurma atau gandum.
      c) shalat dengan patokan hisab adalah bid’ah karena Nabi dan para shahabat tidak pernah shalat dengan patokan hisab, melainkan melihat posisi perubahan matahari.
      d) dll
      begitukah?

      36 minutes ago · Like · 1

Demikianlah isi dokumen dan diskusi yang terjadi. Sayang sekali diskusi ini berhenti karena post ini dihapus oleh admin grup tersebut, entah admin yang mana dan dengan alasan apa. Bagusnya, saya punya kebiasaan membackup informasi yang saya anggap penting, termasuk diskusi ini. Semua yang ada di atas itu adalah hasil backupnya. Hanya saja beberapa komentar setelah saya tidak sempat saya backup. Di antara beberapa komentar yang saya ingat yang belum sempat saya backup adalah : ada komentar dari orang yang memiliki nick name mari belajar yang menyatakan bahwa Imam Syafi’i dan Imam Nawawi tidak melafazhkan niat. Lalu hal tersebut dibantah oleh pak Nasrul, bahwa pernyataan yang dibawakan mari belajar dipotong dan tidak sesuai dengan aslinya. Berhubung saat itu pak Nasrul lagi berada di rumah orangtuanya untuk sungkeman, beliau menjanjikan akan membahas masalah tersebut. Sayang sekali janji tersebut tidak dapat direalisasikan karena perbuatan sang admin yang menghapus post tersebut.

Dan oh ya, tidak ada juga komentar yang menyanggah pernyataan saya tentang bid’ah, termasuk dari orang yang saya tunggu jawabannya, yaitu mas Agung.

Dan seperti biasa, jika ingin mendiskusikan masalah ini, silakan berikan komentar di bawah, dan tenang saja, komentar Anda tidak akan dimoderasi dan tidak akan dihapus.

  1. Tinggalkan komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: